Antisipasi Terorisme, Australia Rekrut Mata-mata Muslim

Antisipasi Terorisme, Australia Rekrut Mata-mata Muslim

- detikNews
Rabu, 25 Jan 2012 12:32 WIB
 Antisipasi Terorisme, Australia Rekrut Mata-mata Muslim
Melbourne - Badan intelijen Australia (ASIO) ingin merekrut mata-mata dari komunitas pendatang, khususnya yang berasal dari umat Islam untuk memerangi teror di dalam negeri.

Kepala ASIO, David Irvine, mengatakan ada ancaman nyata dari ekstremis lokal, dengan tren mengkhawatirkan mengenai terorisme di dalam negeri. "ASIO perlu merekrut lebih banyak orang dari dalam komunitas imigran yang baru saja tiba," ujar Irvine seperti diberitakan AFP, Rabu (25/1/2012).

"Terkait dengan hal ini, ASIO memiliki kebutuhan untuk mengembangkan jangkauan yang lebih baik ke dalam masyarakat kita yang berbeda etnis, komunitas muslim Australia khususnya," kata Irvine.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irvine menekankan bahwa Islam bukanlah musuh. Dirinya juga mendesak warga Australia secara keseluruhan untuk menahan diri dari menyalahkan kelompok-kelompok tertentu atas sedikit ketidakpuasan di kalangan mereka.

"Pesan saya kepada komunitas Islam sangat sederhana bahwa ASIO tidak melawan Islam, tapi melawan terorisme yang membunuh muslim dan non muslim," jelasnya.

"Untuk mencapai tujuan bersama dan komunitas yang aman dan harmonis, kita perlu untuk bekerja sama dengan Anda," kata Irvine.

Dirinya pun mencontohkan serangan di Norwegia yang dilakukan oleh anti-Islam, Anders Behring Breivik. Dikatakannya, peristiwa itu untuk mengingatkan bahwa ancaman terhadap orang-orang di sekitar kita bisa datang dari arah yang berbeda dan dalam berbagai samaran. Bahkan dari mereka yang berambut pirang dan bermata biru.

Kepala mata-mata mengakui bahwa mudah membangun kepercayaan dalam kelompok imigran ketika banyak komunitas berasal dari banyak negara, di mana mereka mempunyai alasan yang bagus untuk takut terhadap intelijen.

Irvine mengatakan kematian Osama bin Laden dan Anwar Al-Awlaki yang berdarah Yaman-Amerika telah banyak mengurangi bahaya dan kuncinya adalah dengan meningkatkan hubungan dengan banyak kelompok dan beragam etnis di Australia.


(fiq/ita)


Berita Terkait