Hal itu disampaikan Obama dalam pidato kenegaraan tahunan State of the Union di Kongres AS. Dalam pidatonya, Obama pun bertekad bahwa AS akan memberikan dukungan pada cita-cita pergolakan di dunia Arab. "Saat gelombang perang surut, gelombang berubahan menyapu Timur Tengah dan Afrika Utara, dari Tunisia ke Kairo, dari Sanaa ke Tripoli," kata Obama di depan anggota parlemen AS seperti diberitakan, AFP (25/1/2012).
"Setahun lalu, Khadafi merupakan diktator terlama di dunia. Seorang pembunuh orang Amerika. Sekarang, dia telah pergi," tuturnya.
"Dan di Suriah, saya tidak ragu bahwa rezim Assad segera akan mengetahui bahwa kekuatan perubahan tidak dapat ditolak dan martabat manusia tidak dapat disangkal," tambahnya.
Meski menyebut bahwa tidak jelas bagaimana peristiwa-peristiwa di Timur tengah dan Afrika Utara akan berakhir, namun Obama mengatakan, dirinya akan terus melawan kekerasan dan intimidasi serta mendukung cita-cita demokrasi.
"Kami akan mendukung kebijakan-kebijakan yang mendorong demokrasi yang kuat dan stabil serta pasar terbuka, karena tirani tidak sesuai dengan kebebasan," tandas Obama.
(fiq/ita)











































