Maskapai Delta yang berbasis di Atlanta, AS menyatakan, sejumlah penerbangan pada Senin, 23 Januari malam waktu setempat menuju Detroit, AS dari Hong Kong, Shanghai dan Seoul terpaksa mengambil jalur lebih ke selatan. Namun pesawat-pesawat tersebut terbang lebih cepat agar tetap sesuai jadwal.
Penerbangan-penerbangan yang dilakukan pada Selasa, 24 Januari waktu setempat juga menempuh rute yang sama. Demikian seperti diberitakan Wall Street Journal, Rabu (25/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badai matahari memang tak berbahaya bagi mereka yang berada di darat namun bisa mempengaruhi sistem komunikasi dan navigasi pesawat-pesawat yang melewati daerah Kutub Utara.
Sebelumnya, Dinas Cuaca Nasional Amerika Serikat (AS) menyatakan, badai matahari terbesar sejak tahun 2005 terjadi pada hari Selasa waktu AS.
Menurut NASA, semburan korona matahari (CME) akan mencapai kecepatan 2,253 km per detik. Badai matahari ini akan menyentuh lapisan atmosfer bumi pada Selasa (24/1), sekitar pukul 09.00 waktu AS. Sementara menurut badan Space Weather Prediction Center (SWPC), cuaca akan terus meningkat di Bumi sejak Selasa hingga Rabu ini.
(ita/nrl)










































