Latihan militer Korut pada musim dingin ini telah dimulai pada akhir November 2011 lalu. Pada latihan itu sebenarnya tak ada aktivitas "berlebihan" menyusul kematian pemimpin Korut Kim Jong-Il pada 17 Desember silam.
"Namun kami menyaksikan sedikit peningkatan dalam jumlah pesawat-pesawat Angkatan Udara yang ikut serta dalam pelatihan itu," tutur seorang pejabat pemerintahan setempat yang enggan disebutkan namanya, seperti diberitakan oleh kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap dan dilansir oleh AFP, Selasa (24/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin baru Korut, Kim Jong-Un dilaporkan mengunjungi markas militer dalam rangka memperkuat kepercayaan militer terhadapnya.
Jong-Un yang disebut-sebut berusia 28 tahun ini, ditunjuk menjadi pemimpin tertinggi sekaligus sebagai komandan dari 1,2 juta anggota militer Korut yang dikenal tangguh. Penunjukkan dilakukan pasca ayahnya, Kim Jong-Il meninggal dunia akibat serangan jantung.
Rezim yang baru telah berjanji untuk membalas perlakuan Korsel yang dinilai tidak menghargai Korut pada masa berkabung atas meninggalnya Kim Jong-Il. Saat itu, pemerintah Korsel dengan terang-terangan menyatakan tidak akan mengirimkan delegasi resmi ke Pyongyang untuk melayat Jong-Il.
Ketegangan perbatasan antara kedua negara semakin meningkat sejak Maret 2010, saat Korsel menuding Korut menembakkan torpedo ke kapal perangnya hingga menewaskan 46 orang.
(nvc/ita)











































