Lagi, Seorang Pria China Tewas Akibat Flu Burung

Lagi, Seorang Pria China Tewas Akibat Flu Burung

- detikNews
Senin, 23 Jan 2012 16:50 WIB
Lagi, Seorang Pria China Tewas Akibat Flu Burung
Beijing - Kematian kedua akibat virus H5N1 atau yang biasa disebut flu burung terjadi di China. Seorang pria di wilayah barat daya China meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama 3 hari di rumah sakit setempat.

Pria berumur 39 tahun, yang tidak diketahui namanya tersebut, meninggal di rumah sakit Guiyan, Provinsi Guzhou, pada Minggu (21/1) waktu setempat. Dia terinfeksi virus flu burung sejak 6 Januari lalu.

Pihak Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada level provinsi maupun nasional telah memastikan kematian pria tersebut akibat terinfeksi oleh virus flu burung. Demikian seperti disampaikan oleh Kementerian Kesehatan China seperti dikutip oleh kantor berita Xinhua dan dilansir oleh Reuters, Senin (23/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui bahwa pria tersebut telah melakukan kontak langsung dengan 71 orang lainnya. Namun dari hasil pemeriksaan, belum ditemukan adanya gejala flu burung pada orang-orang tersebut. Tidak diketahui apakah pria tersebut terinfeksi virus H5N1 akibat berhubungan langsung dengan unggas.

Virus H5N1 ini umum ditemukan pada unggas, namun diketahui bisa menular ke manusia yang belum disuntik serum kekebalan atas virus tersebut. Para peneliti kini tengah waspada dengan adanya mutasi virus ini yang memungkinkan terjadinya penularan antar manusia. Virus ini bisa menyebar dengan cepat di sejumlah wilayah Asia Timur, terutama saat musim dingin.

Saat ini, pemerintah China sangat mengkhawatirkan penyebaran virus ini mengingat pada tradisi perayaan Imlek dimana jutaan warga China pulang ke kampung halaman dengan menggunakan bus dan kereta.

China dinilai merupakan salah satu negara yang paling beresiko terkena penyebaran virus flu burung, karena negara ini memiliki populasi unggas terbesar di dunia dan banyak ayam di daerah pedesaan tinggal berdekatan dengan manusia. Dalam kasus terakhir infeksi virus H5N1 yang dilaporkan, seorang wanita hamil di Hubei, China meninggal karena flu burung pada Juni 2010. Namun pada Desember 2011 lalu, dilaporkan kematian pertama akibat flu burung sejak 18 bulan terakhir. Seorang pengemudi bus bernama Chen tercatat sebagai orang ke-27 yang meninggal akibat flu burung di China sejak tahun 2003.

Virus flu burung sendiri telah menewaskan 330 orang di seluruh dunia, di mana Indonesia menjadi negara terparah. Sebagian besar manusia yang terinfeksi virus ini karena melakukan kontak langsung dengan unggas yang terlebih dulu terinfeksi H5N1. Namun, para ilmuwan kini mengkhawatirkan bahwa virus H5N1 bisa bermutasi menjadi bentuk virus yang mudah menular antar manusia, dengan potensi kematian lebih besar.

Informasi terakhir, tim peneliti yang bekerja untuk Amerika Serikat dilaporkan sukses menciptakan virus flu burung (H5N1) versi ganas yang bisa ditularkan antar manusia. Namun demi alasan keamanan, para peneliti diminta tidak membocorkan detail penelitiannya.

(nvc/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads