Jasad mereka dibaringkan di dalam peti yang berselimutkan bendera nasional Prancis. Keempat jasad tersebut tiba di Bandara Paris, pada Minggu (22/1), jelang tengah malam.
Menteri Pertahanan (Menhan) Prancis, Gerard Longuet, langsung terbang ke Afghanistan pasca insiden penembakan, ikut mendampingi kepulangan 4 tentara Prancis itu. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Senin (23/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 12 tentara yang luka telah dipulangkan pada Sabtu (21/1) kemarin. Sedangkan 2 tentara lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit di Bagram Air Base dan seorang lainnya dirawat di sebuah rumah sakit militer Prancis di Kabul.
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy bereaksi keras terhadap insiden ini. Dia menangguhkan latihan militer bersama antara kedua negara. Selain itu, dia juga mengancam akan menarik tentara Prancis keluar dari Afghanistan lebih cepat dari batas waktu, yakni pada tahun 2014. Presiden Sarkozy telah mengirimkan Menhan Lonquet ke Afghanistan untuk mengevaluasi insiden ini dan meningkatkan keamanan bagi tentara Prancis di sana.
(nvc/gah)











































