Hengkang ke AS, Presiden Yaman Minta Maaf ke Rakyat

Hengkang ke AS, Presiden Yaman Minta Maaf ke Rakyat

- detikNews
Senin, 23 Jan 2012 10:40 WIB
Hengkang ke AS, Presiden Yaman Minta Maaf ke Rakyat
Sanaa - Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh hengkang ke Amerika Serikat (AS) dengan tujuan menjalani pengobatan. Namun sebelumnya, ia sempat meminta maaf kepada seluruh rakyat Yaman atas segala kekurangan dalam kepemimpinannya selama 33 tahun terakhir.

Kepergian Presiden Saleh ke AS ini menjadi pembuktian bahwa ia telah meninggalkan kursinya sebagai pemimpin Yaman. Hal ini juga sekaligus membuka jalan bagi pengalihan kekuasaan kepada penggantinya setelah unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung selama hampir 1 tahun.

"Insya Allah, saya akan pergi untuk menjalani perawatan (medis) di Amerika Serikat dan saya akan kembali ke Sanaa sebagai Ketua Partai Kongres Rakyat Umum," ujar Presiden Saleh kepada pejabat pemerintahan dan petinggi senior partai dalam sebuah pidato yang ditayangkan televisi setempat, seperti dilansir oleh Reuters, Senin (23/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidato perpisahannya tersebut, Presiden Saleh juga mengungkapkan permohonan maafnya kepada rakyat Yaman. Dia nampaknya berusaha menyerukan perdamaian dengan rakyatnya, terutama pasca pengesahan undang-undang oleh parlemen yang memberikannya kekebalan hukum.

"Saya memohon pengampunan dari seluruh rakyat Yaman, baik laki-laki maupun perempuan, atas segala kekurangan yang terjadi selama 33 tahun masa kepemimpinan saya dan saya memohon maaf dan permohonan maaf ini saya tujukan bagi seluruh rakyat Yaman," tuturnya.

"Saat ini, kita harus berkonsentrasi kepada mereka yang mati syahid dan mereka yang luka-luka," imbuh Presiden Saleh.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS memastikan bahwa pihaknya memang memberikan visa kepada Presiden Saleh. Dalam pengajuannya, kunjungan ke AS tersebut ditujukan untuk perawatan medis.

"Satu-satunya tujuan perjalanan ini adalan untuk perawatan medis dan kami berharap agar dia (Presiden Saleh) tinggal dalam waktu terbatas, sesuai dengan masa perawatan yang ia jalani," demikian pernyataan Kemlu AS.

Sedangkan Kedutaan Besar Yaman di Washington menuturkan, Presiden Saleh akan kembali ke Yaman untuk menghadiri pelantikan penggantinya. "Presiden akan kembali ke Yaman pada Februari mendatang untuk menghadiri upacara pengambilan sumpah atas presiden yang baru terpilih. Tidak ada rincian lebih lanjut soal hal ini," tutur pihak Kedubes Yaman.

Sebelum meninggalkan Yaman, Presiden Saleh menyerahkan tampuk kekuasaan sementara kepada Wakil Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Dia juga menunjuk Hadi sebagai jenderal militer yang baru. Hal ini dinilai untuk mengamankan posisi militer Yaman pasca Saleh tak lagi menjabat presiden. Pemilu presiden Yaman akan digelar pada 21 Februari mendatang.

Kepergian Presiden Saleh ke AS ini memicu protes di kalangan rakyat Yaman. Mereka ingin agar Saleh diseret ke jalur hukum atas tuduhan pembunuhan ratusan demonstran selama masa unjuk rasa yang berlangsung sejak awal tahun 2011 lalu.

(nvc/gah)


Berita Terkait