Lembaga HAM Tuduh Pemerintah Myanmar Masih Langgar HAM

Lembaga HAM Tuduh Pemerintah Myanmar Masih Langgar HAM

- detikNews
Minggu, 22 Jan 2012 17:10 WIB
Yangon - Lembaga pemantau Hak Asasi Manusia (HAM) Human Right Wacth (HRW) menyebut tentara Myanmar masih melakukan pemerkosaan, pembunuhan kepada etnis minoritas di wilayah konflik. Myanmar juga diduga merekrut anak-anak sebagai pasukan militer.

"Militer Myanmar terus melanggar hukum kemanusiaan internasional melalui penggunaan ranjau darat, pembunuhan di luar hukum, kerja paksa, penyiksaan, pemukulan, dan penjarahan harta benda," ujar pernyataan yang dikeluarkan HRW seperti diberitakan AFP, Minggu (22/1/2012).

Dalam laporannya, HRW mengatakan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak perempuan tetap menjadi masalah serius di Myanmar dan tentara masih aktif merekrut dan menggunakan anak-anak sebagai tentara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para Pemberontak etnis minoritas juga dituduh pelanggaran dengan menggunakan ranjau darat di dekat daerah-daerah sipil.

HRW mengatakan lebih dari 50.000 warga sipil terlantar akibat pertempuran di Provinsi Kachin Negara, sementara sekitar 500.000 orang menjadi pengungsi akibat konflik di wilayah timur perbatasan negara itu sejak tahun lalu.

Pemerintah Myanmar saat ini telah telah mencapai kesepakatan damai dengan pemberontak Shan dan Karen sebagai upaya mengakhiri perang sipil sejak kemerdekaan Myanmar pada tahun 1948.

(fiq/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads