"Kami tengah mempertimbangkan penutupan Kedubes dikarenakan memburuknya situasi keamanan di Suriah, dan meningkatnya kekhawatiran kami akan keselamatan personel kami di sana," kata seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya kepada kantor berita AFP, Sabtu (21/1/2012).
Pejabat AS tersebut menyebutkan tentang rentetan bom mobil yang terjadi di Suriah belakangan ini sebagai salah satu hal yang menimbulkan kekhawatiran AS. "Secara keseluruhan situasi keamanan memburuk," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 11 Januari lalu, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyatakan akan terus mengurangi jumlah staf di Kedubesnya di Damaskus. Sebelumnya pada Oktober 2011 lalu, Deplu AS mengingatkan agar para anggota keluarga staf Kedubes meninggalkan Suriah.
Pemerintah AS telah berulang kali mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mengundurkan diri guna mengakhiri pergolakan yang terus berlangsung di negeri itu. Lebih dari 5 ribu orang telah tewas sejak aksi demo besar-besaran melanda Suriah pada Maret lalu. Dalam aksinya, para demonstran menuntut pengunduran diri Assad namun Assad bersikeras untuk terus memerintah.
(ita/ita)











































