Sebuah rekaman percakapan dengan Kepala Pelabuhan Livorno yang marah dan memerintahkan dia kembali ke kapal telah terpaku di Italia. Hal itu telah menjadikan Kepala Pelabuhan, Gregorio De Falco, sebagai pahlawan instan sekaligus sebagai penguatan gelar Schettino sebagai pengecut.
Namun di Meta di Sorrento, sebuah kota indah dengan kecuraman lereng pesisir dan dihuni orang-orang yang memiliki hubungan dengan laut, Sang Kapten "Pengecut" mendapatkan simpati yang tidak sedikit.
"Aku kenal dia dari pandangan dan reputasi. Dia selalu serius dan memiliki kemampuan," kata Giovanni Barbato (27), seorang ahli gigi yang mengaku bahwa banyak di kotanya telah sangat tersinggung dengan apa yang digambarkan media terhadap Schettino, seperti dilansir Reuters, Sabtu (21/01/2012).
"Di kota ini, kami sangat sensitif terhadap cerita ini dan kami semua di belakang kapten," tambahnya.
Spanduk bertuliskan "Wartawan dan televisi, malu pada Anda!" dan "Kapten, jangan menyerah!" telah dipasang di seluruh penjuru kota.
Pada Jumat (20/01/2012) kemarin, istri Schettino hanya menyembunyikan wajahnya di balik payung dan menolak untuk berbicara kepada wartawan. Sementara itu, orang-orang di kota tersebut enggan namanya dikutip tapi tak terlihat keraguan dalam memberikan simpatinya.
"Yang miskin, semua orang melawan dia, benar-benar melawan dia. Aku merasa kasihan padanya," kata seorang warga yang tidak mau menyebutkan namanya.
(her/her)











































