Tahanan bernama Wilmar Villar tersebut meninggal pada Kamis (19/1) sekitar pukul 06.45 waktu setempat. Wilmar yang merupakan aktivis oposisi ini melakukan aksi mogok makan demi memprotes vonis 4 tahun penjara untuknya yang dijatuhkan pada November 2011 lalu.
Sebelum meninggal, Wilmar sempat dalam kondisi kritis selama beberapa hari di rumah sakit. Demikian seperti disampaikan oleh seorang aktivis oposisi lainnya, Elizardo Sanchez kepada kantor berita AFP, Jumat (20/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanchez menilai, kematian Wilmar ini seharusnya bisa dihindari jika pemerintah lebih peduli.
Pemerintah Kuba belum memberikan tanggapan resmi terhadap kematian Wilmar ini. Namun salah seorang pejabat pemerintahan menuturkan dalam blognya, bahwa Wilmar tewas karena kegagalan sejumlah organ tubuhnya akibat penyakit darah yang terinfeksi oleh bakteria atau disebut sepsis.
Wilmar merupakan anggota kelompok oposisi bernama Serikat Patriot Kuba, yang beroperasi di wilayah timur Kuba.
Ayah dua anak ini dinyatakan bersalah karena melakukan penghinaan, perlawanan dan penyerangan terhadap pemerintah. Wilmar ditahan dalam satu sel bersama-sama 60 tahan politik lainnya. Namun, pemerintah Kuba yang dipimpin oleh Presiden Raul Castro selalu menyangkal pihaknya menahan tahanan politik. Menurut mereka, para aktivis oposisi yang ditahan adalah 'tentara bayaran' AS.
Pada Februari 2010, aktivis terkenal Orlando Zapata, yang disebut sebagai tahanan politik oleh Amnesty International, meninggal setelah melakukan aksi mogok makan selama 85 hari. Zapata awalnya divonis 3 tahun penjara, namun kemudian diperpanjang hingga lebih dari 25 tahun.
(nvc/ita)











































