Pada jasad pria berusia 49 tahun tersebut ditemukan banyak luka tusuk di bagian dada dan perut. Namun hasil autopsi menunjukkan tidak ada luka yang menunjukkan tanda-tanda perlawanan pada jasad tersebut.
Demikian seperti dituturkan oleh salah seorang sumber dari Kepolisian Jepang setempat seperti dikutip harian Sankei dan dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/1/2012),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, stasiun televisi Nippon juga melaporkan hal senada. Menurut mereka, tidak ditemukannya jejak kaki di tempat kejadian perkara semakin memperkuat dugaan bunuh diri.
Namun sayangnya pihak Kepolisian Metropolitan Tokyo menolak untuk memberikan tanggapan atas hal tersebut.
Pada Senin (16/1) lalu, Kepolisian Jepang menemukan mayat laki-laki berumur 49 tahun terbaring di atas ranjang di sebuah apartemen di wilayah Tokyo sebelah barat. Dilaporkan terdapat beberapa luka tusukan di bagian dada dan perut jasad tersebut. Tragisnya, kemaluan pria tersebut dalam kondisi telah terpotong dan potongannya ditemukan di bawah ranjang. Sebuah pisau dapur yang dipenuhi darah juga ditemukan di ruangan yang sama.
Berbagai tabloid dan acara gosip televisi di Jepang ramai memberitakan kasus ini. Mereka membandingkan kasus ini dengan kasus pembunuhan tahun 1930-an di mana seorang perempuan Jepang memotong bagian tubuh kekasihnya dan membawanya kemana pun dia pergi selama beberapa hari.
(nvc/ita)











































