Dalam laporan Pentagon seperti dilansir AFP, Jumat (20/1/2012), tentang isu-isu kesehatan di Angkatan Darat AS disebutkan, jumlah bunuh diri di kalangan anggota aktif dan cadangan turun menjadi 278 kasus pada tahun 2011. Sementara pada 2010 tercatat 304 kasus bunuh diri. Untuk kalangan prajurit aktif saja, jumlah kasus bunuh diri bertambah lima kasus menjadi 164 kasus pada 2011.
Laporan ini dikeluarkan di tengah kekhawatiran akan stres yang dialami para tentara setelah bertahun-tahun konflik di Irak dan Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar korban serangan seks itu adalah prajurit-prajurit wanita yang masa kedinasan mereka baru di bawah 18 bulan. Sebagian besar korban mengenal penyerang mereka.
Dalam laporan itu juga disebutkan adanya lonjakan tajam dalam kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap anak yang melibatkan para prajurit Angkatan Darat.
Menurut Peter Chiarelli, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat AS, kondisi stres pascatrauma (PTS) terkait dengan isu-isu tersebut. Banyak dari mereka yang terluka dalam perang telah mengalami trauma otak, yang dikaitkan dengan agresi.
"Seseorang yang didiagnosa PTS tiga kali lebih mungkin melakukan beberapa bentuk agresi pasangan," kata Chiarelli.
Ditekankan Chiarelli, sangat penting untuk menghilangkan stigma yang terkait dengan PTS dan membawa orang-orang untuk berobat, baik itu yang mengalami masalah alkohol, masalah narkoba, masalah manajemen kemarahan atau kekerasan terhadap pasangan dan anak.
(ita/nrl)











































