Pembunuh Ilmuwan Nuklir Iran Mungkin Gunakan Informasi dari PBB

Pembunuh Ilmuwan Nuklir Iran Mungkin Gunakan Informasi dari PBB

- detikNews
Jumat, 20 Jan 2012 10:24 WIB
Pembunuh Ilmuwan Nuklir Iran Mungkin Gunakan Informasi dari PBB
Teheran - Iran mencurigai pembunuhan terhadap ilmuwan nuklirnya beberapa waktu lalu kemungkinan menggunakan informasi dari badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bocornya informasi tersebut digunakan oleh kelompok yang disebut Iran sebagai teroris untuk membunuh ilmuwannya.

"Ada kecurigaan tinggi bahwa lingkaran teroris telah menggunakan intelijen yang didapatkan dari badan-badan PBB, termasuk daftar sanksi Dewan Keamanan dan wawancara-wawancara yang dilakukan IAEA (Badan Energi Atom Internasional) dengan para ilmuwan nuklir kami guna mengidentifikasi dan melakukan perbuatan-perbuatan jahat mereka," kata wakil Dubes Iran untuk PBB Eshagh Al Habib seperti diberitakan Reuters, Jumat (20/1/2012).

Hal itu disampaikan Al Habib dalam acara debat di Dewan Keamanan PBB. Dalam pertemuan itu, Al Habib mengatakan sangat aneh DK PBB tidak mengatakan apa-apa tentang serangan terhadap ilmuwan nuklir Iran itu. "Apakah ini cara untuk memajukan penegakan hukum di tingkat internasional?" tanya Al Habib.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Utusan Iran untuk PBB itu juga menuduh badan dunia tersebut telah gagal menjaga kerahasiaan usai melakukan inspeksi ke fasilitas nuklir Iran.

Al Habib juga menuturkan kepada DK PBB, ilmuwan nuklir Iran yang tewas tersebut, Mostafa Ahmadi-Roshan belum lama ini bertemu dengan para pengawas IAEA.

Sementara itu, juru bicara PBB, Martin Nesirky mengatakan akan mempelajari tuduhan itu. IAEA yang berbasis di Wina, Austria selama ini berperan sebagai pengawas nuklir dari PBB. Badan itu memiliki peran kunci untuk menentukan apakah program nuklir Teheran memiliki dimensi militer.

Pada 11 Januari 2011 lalu, Ahmadi-Roshan (32) tewas dalam ledakan bom setelah dua pengendara motor menempelkan bom magnetik ke mobilnya. Pemerintah Iran menuduh agen AS dan Israel berada di balik pembunuhan tersebut. Ahmadi-Roshan adalah wakil direktur fasilitas pengayaan uranium di proyek nuklir Natanz.

AS membantah terlibat dalam pembunuhan tersebut. Begitu pula dengan Israel yang menyebut tuduhan Iran itu tidak berdasar.


(fiq/ita)


Berita Terkait