Seperti diberitakan Telegraph, Kamis (19/1/2012), bahan radioaktif itu terdapat di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Dabaa.
Pemerintah telah memperingatkan pihak keamanan dan meminta tim khusus untuk membantu mencari material yang dicuri itu. Beberapa bahan radioaktif yang ada di pabrik itu masih aman. Namun ada bahan radioaktif lainnya yang mengalami kerusakan dan isinya telah diambil.
Pada pekan lalu, lebih dari selusin orang terluka ketika militer mencoba membubarkan ratusan demonstran yang berunjuk rasa menuntut relokasi pabrik Dabaa, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Sekitar 500 orang warga mesir berunjuk rasa di depan pabrik menuntut proyek pembangunan pabrik nuklir tersebut dihentikan.
Beberapa warga mengaku kehilangan tanahnya dalam pembangunan pabrik tersebut. Para karyawan pabrik juga menolak pergi ke wilayah tersebut dikarenakan memburuknya situasi keamanan di sana.
Berdasarkan keterangan sumber keamanan di Mesir, tentara dan para demonstran saling lempar batu dan menembakkan senjata api setelah demonstran menghancurkan tembok yang mengelilingi pabrik tersebut.
(fiq/ita)











































