Pengunduran diri Chehade diumumkan pada Selasa (17/1) waktu setempat oleh parlemen. Dalam surat pengunduran dirinya, Chehade beralasan dirinya tak ingin merusak citra baik pemerintah.
"Dengan tujuan tidak menimbulkan prasangka terhadap citra baik pemerintah," demikian bunyi surat pengunduran diri Chehade, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Chehade telah membantah tudingan ini. Dia juga menegaskan, dirinya sama sekali tidak pernah bertemu dengan tiga jenderal polisi Peru untuk mendiskusikan pemidahan para pekerja pabrik gula yang berunjuk rasa agar Wong bisa mengambil alih dengan mudah.
Chehade yang sebelumnya merupakan anggota parlemen dan juga pengacara ini, dikenal sebagai figur yang memperjuangkan pemberantasan korupsi. Dia pernah ikut serta dalam upaya ekstradisi mantan Presiden Alberto Fujimori yang divonis 25 tahun penjara atas kasus korupsi selama menjabat pada periode 1990-2000.
Perdana Menteri Peru Oscar Valdes, secara terpisah menuturkan bahwa pengunduran diri Chehade merupakan keputusan pribadi. Pengunduran diri ini juga sudah disetujui oleh Presiden Ollanta Humala.
(nvc/ita)










































