"Kita terus melihat level kekerasan yang tak bisa diterima di dalam negeri itu," cetus Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/1/2012).
Obama juga mengucapkan terima kasih kepada Raja Yordania Abdullah II karena menjadi pemimpin Arab pertama yang mendesak Assad untuk mengundurkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Obama, dirinya dan Abdullah membahas isu-isu regional termasuk Iran dan Irak. Namun kekerasan yang terus berlangsung di Suriah mendominasi pembicaraan mereka. "Yang teratas dalam pikiran kita saat ini adalah isu Suriah," ujar Obama.
Obama pun berjanji untuk meningkatkan tekanan internasional guna memaksa pengunduran diri Assad.
"Kita akan terus berkomunikasi secara erat dengan Yordania untuk menciptakan semacam tekanan internasional yang mendorong rezim Suriah sekarang untuk mundur sehingga proses dan transisi yang lebih demokratis bisa terjadi di Suriah," tandas Obama.
Ribuan orang telah tewas sejak pergolakan di Suriah pecah pada Maret lalu. Hingga kini para demonstran terus mendesak pengunduran diri Presiden Assad. Namun sejauh ini Assad bersikeras menolak mundur.
(ita/nrl)











































