Lungisani Msungubana (25) yang berasal dari wilayah Transkei, tengah berenang di tengah pantai dengan kedalaman sepinggang. Saat itu, banyak orang yang ikut berenang di pantai bersamanya. Demikian seperti diberitakan oleh AFP dan dilansir oleh WAtoday.com.au, Selasa (17/1/2012).
Tiba-tiba salah seorang perenang melihat kedatangan hiu dan berteriak memperingatkan orang-orang yang ada di tengah pantai untuk keluar dari air. Namun sayangnya, Lungisani tak berhasil menghindari serangan hiu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia membawa papan selancar bersamanya dan dia menggunakannya untuk bergulat dengan hiu itu. Para penjaga pantai mulai meniup peluit mereka, tapi saat itu darah sudah ada dimana-mana. Saya belum pernah melihat darah sebanyak ini dalam saya. Saya tidak yakin jika saya akan berenang di pantai itu lagi," terangnya.
Komandan Institut Nasional Penyelamatan Laut setempat, John Costello, menyatakan Lungisani digigit hiu berkali-kali. Dia menderita sejumlah luka traumatik pada bagian dada, lengan, dan kaki.
"Di klinik, petugas medis menyatakan pria tersebut akhirnya meninggal setelah semua usaha penyelamatan nyawa dilakukan," ujar Costello.
Penyerangan hiu di pantai indah yang berada di wilayah hutan di kota Port St Johns tersebut, bukan yang pertama kali terjadi. Tercatat ada 6 kematian akibat serangan hiu di pantai tersebut. Yang terbaru terjadi pada Januari 2011 lalu, seorang peselancar remaja tewas diserang hiu dan disaksikan oleh banyak orang.
Para ilmuwan meyakini bahwa hiu jenis Zambezi, yang juga disebut hiu paus atau hiu banteng, berada di balik sejumlah serangan mematikan di Second Beach, Eastern Cape tersebut. Hiu jenis ini dikenal agresif dan mampu menyerang di perairan dangkal.
(nvc/ita)











































