Kepolisian Thai telah menahan tersangka teroris yang memegang paspor Swedia tersebut. Diduga pria tersebut terkait dengan Hizbullah, kelompok Syiah di Lebanon yang di-blacklist oleh Amerika Serikat sebagai organisasi teroris asing.
Kepala Kepolisian Nasional Thailand Priewpan Damapong mengatakan kepada para wartawan bahwa pria bernama Atris Hussein tersebut telah memberikan sebuah alamat kepada polisi. Alamat tersebut merupakan tempat penyimpanan bahan peledak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Priewpan, tersangka teroris tersebut bersikeras bahwa kelompoknya tidak merencanakan serangan di Thailand. Namun mereka bermaksud mengirimkan bahan-bahan pembuat bom tersebut ke negara ketiga. Sayangnya, Priewpan menolak menyebut negara yang dimaksud.
Atas temuan material bahan peledak tersebut, Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra mengimbau publik untuk tidak panik.
"Saya telah diberitahu. Saya ingin meminta rakyat untuk tidak panik. Kami saat ini mengendalikan situasi," katanya.
Otoritas Thailand meningkatkan pengamanan di Bangkok dan daerah-daerah lain yang populer bagi turis setelah pemerintah AS dan Israel mengeluarkan peringatan akan adanya kemungkinan ancaman teroris.
(ita/nrl)










































