"Kami meyakini bahwa uap bahan bakar yang tersisa pada tangki menjadi penyebab paling mungkin dari ledakan tersebut, merujuk pada keterangan awak kapal yang selamat dan pemilik kapal," terang juru bicara kantor penjaga pantai Korsel kepada kantor berita AFP, Senin (16/1/2012).
Menurut juru bicara tersebut, sejumlah awak kapal yang selamat menuturkan, ledakan terjadi saat mereka tengah membersihkan sisa bahan bakar yang ada di dalam tangki kapal. Sedangkan pemilik kapal menyatakan, kapal tanker ini biasanya mengangkut solar, tapi saat kejadian kapal ini tengah mengangkut bensin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal tanker seberat 4.191 ton ini meledak dan karam di dekat Pulau Jawol, sekitar 32 km barat pelabuhan Incheon, Korsel, pada Minggu (15/1). Kapal ini membawa 11 awak kapal warga Korsel dan 5 warga Myanmar. Ledakan ini menewaskan 5 awak kapal tewas, sedangkan 6 orang lainnya masih hilang. Kelima jasad yang telah ditemukan, yakni seorang warga Korsel, 2 warga Myanmar, dan 2 jasad lainnya yang belum teridentifikasi karena rusak akibat ledakan.
(nvc/ita)











































