Warina Zaya Bashou, nenek tersebut, diketahui telah tinggal di AS sejak tahun 2003 silam. Dia mengambil sumpah kewarganegaraannya di rumahnya yang ada di Sterling Heights, Detroit, AS, pada Jumat (13/1) lalu waktu setempat.
Namun karena Warina tidak bisa berbicara bahasa Inggris, maka sepupunya yang menerjemahkan sumpah kewarganegaraan tersebut ke dalam bahasa Chaldean yang dikuasainya. Saat upacara pengambilan sumpah, Warina didampingi oleh belasan kerabat dan teman-temannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara kantor Layanan Imigrasi dan Kewarganegaraan AS, Marilu Cabrera, menuturkan, Warina yang lahir pada tahun 1900 tersebut merupakan warga tertua kedua yang tercatat dalam program naturaliasi AS. Warga tertua pertama yang dinaturalisasi adalah seorang nenek kelahiran Turki yang berusia 117 tahun saat diambil sumpahnya menjadi warga negara AS pada tahun 1997 lalu.
Warina yang sudah 9 tahun tinggal di AS ini mengakui, menjadi warga negara AS adalah keinginannya yang mendalam demi sang cucu dan cicitnya. Melalui seorang penerjemah, Warina ingin agar keluarga besarnya bisa mengenang dia setelah dia meninggal kelak.
Pada Juli mendatang, Warina akan merayakan ulang tahunnya yang ke-112 tahun. Dia pun mengungkapkan sedikit rahasianya bisa berumur panjang, yakni rajin minum teh hijau dan menghindari berobat ke dokter jika sakit.
Perlu diketahui bahwa Chaldean merupakan penduduk asli Irak. Sebagian besar dari mereka menganut Katolik dan berbicara dengan bahasa yang merupakan modifikasi dari bahasa Aramaic. Banyak warga Chaldean yang terpaksa melarikan diri ke luar negeri karena adanya penekanan etnis dan agama di sana.
(nvc/ita)










































