Pengantin Baru Asal Korsel Lepas dari Maut Kapal 'Titanic' Italia

Pengantin Baru Asal Korsel Lepas dari Maut Kapal 'Titanic' Italia

- detikNews
Senin, 16 Jan 2012 08:07 WIB
Pengantin Baru Asal Korsel Lepas dari Maut Kapal Titanic Italia
Jakarta - Dalam film Titanic, adegan paling seru dan menegangkan dapat dirasakan penonton ketika kapal super mewah itu menabrak gunung es di dasar laut. Seketika, malam yang gemerlap berubah mendadak menjadi gelap. Suasana panik, semua penumpang sibuk mencari jalan untuk menyelamatkan diri.

Kondisi itu juga yang mungkin dirasakan sepasang pengantin baru asal Korea Selatan yang sedang menikmati bulan madunya di kapal pesiar Costa Concordia. Meski ini menjadi mimpi buruk dalam bulan madu mereka, pasangan yang identitasnya belum diketahui ini sangat bersyukur karena ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat.

Pasangan ini merasakan detik-detik karamnya kapal pesiar Costa Concordia setelah menabrak karang di lepas pantai Tuscan, Italia. Untung, tim rescue berhasil menyelamatkan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala pemadam kebakaran setempat, Cosimo, mengatakan bahwa pasangan bulan madu asal Korsel itu dalam kondisi sehat. Mereka telah dievakuasi menggunakan helikopter ke tempat yang lebih aman.

Sampai saat ini, korban meninggal akibat kapal karam tersebut mencapai lima orang. Data terbaru, dua di antara lima orang tersebut baru saja ditemukan di sebuah kabin yang berada di bagian belakang kapal yang terendam. Dua orang korban yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dan mengenakan pelampung.

"Aku takut bahwa kita bisa menemukan orang lain lagi," ujar seorang penyelam yang berhasil menemukan kedua mayat itu, Angelo Scarpa.

Untuk menyelamatkan dua orang tersebut, lanjut Scarpa, mereka harus memencahkan kaca yang berada di ruang makan kapal mewah itu. Korban itu segara akan diidentifikasi.

Lebih lanjut ia mengatakan, para penyelam akan fokus melakukan pencarian di titik ruang makan. Sebab, saat peristiwa itu terjadi sebagian besar para tamu sedang menikmati jamuan makan malam.

Sampai saat ini dilaporkan dari 4.200 penumpang, 12 orang masih belum ditemukan. Tim Rescue mengaku sedikit kesulitan untuk mencari korban yang mungkin masih terjebak di kapal karena posisi kapal yang berada pada 90 derajat. Kondisi ini memungkinkan kapal itu tenggelam seluruhnya.

Data terakhir Gubernur Tuscan Henry Smith, 17 penumpang dinyatakan hilang. 11 Orang merupakan penumpang dan enam merupakan kru kapal. Kepala Pemerintahan Tuscan Enrico Rossi juga meminta dilakukan pengaturan lalu lintas kapal di perairan tersebut.

"Saya ingin sistem kontrol di sepanjang rute pelayaran untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Saat ini kawasan itu hanya untuk kapal tertentu saja," kata Rossi.

Musibah terjadi pada Jumat 13 Januari 2011 saat makan malam. Ketika kapal menabrak karang, orang-orang berebutan menyelamatkan diri. Suasananya sangat kacau, menakutkan, air laut sangat dingin dan gelap gulita, persis seperti yang digambarkan di film Titanic yang dibintangi Kate Winslet dan Leonardo Di Caprio.

Dua jasad telah ditemukan yaitu dua turis Prancis dan seorang kru dari Peru. Sedangkan 40-an lainnya masih dicari. Kapal pesiar paling besar yang pernah dibangun di Italia itu saat musibah mengangkat 4.229 orang, 1.000 di antaranya kru. Kru kapal mayoritas berasal dari Asia.

(lia/mok)


Berita Terkait