Kapal berbobot 4.191 ton yang membawa 11 orang Korsel dan 5 warga Myanmar itu karam dekat Pulau Jawol, sekitar 32 km barat pelabuhan Incheon. Di pelabuhan inilah kapal telah membongkar kargonya. Demikian diungkapkan seorang penjaga pantai kepada AFP.
Kantor berita Yonhap melaporkan, ledakan kemungkinan akibat kebocoran gas dari tangki minyak kapal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan, kapal itu biasanya mengangkut solar, tapi kali ini mengangkut gasolin. Pihaknya masih memeriksa apakah jenis muatan itu berhubungan dengan ledakan yang terjadi.
Kru kapal yang tewas termasuk seorang warga Korsel, dua warga Myanmar dan dua lainnya yang belum teridentifikasi kebangsaannya.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab ledakan yang terjadi di Laut Kuning itu, namun penjaga pantai mengatakan hal itu tidak mungkin merupakan karya Korea Utara yang bermusuhan dengan Korsel.
"Ledakan itu terjadi jauh dari perbatasan laut dengan Korea Utara. Kami melihat kemungkinan sangat kecil (serangan oleh Utara)," kata juru bicara itu kepada AFP.
Wilayah perbatasan Korsel-Korut di Laut Kuning sempat memicu bentrokan di laut pada 1999, 2002 dan 2009. Seoul juga menuding Pyongyang mentorpedo salah satu kapal perangnya yang menewaskan 46 orang pada Maret 2010.
(nrl/vta)











































