"Kita menang," sorak Ma kepada para pendukungnya yang berkumpul di markas kampanyenya di pusat Taipe, seperti dilansir, AFP, Sabtu (14/1/2012).
Di periode kedua pemerintahannya, Ma berjanji akan semakin mendekatkan hubungan Taiwan dengan China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Tsai mengakui kekalahannya atas Ma. Kekecewaan tak bisa lepas dari wajah perempuan 55 tahun itu. Dia juga mengumumkan akan mundur sebagai ketua umum Partai Demokrasi Progresif (DPP) yang selama ini dipimpinnya.
"Kami menerima keputusan rakyat Taiwan dan mengucapkan selamat kepada Presiden Ma," kata Tsai. "Kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang terdalam kepada para pendukung kami atas kekalahan ini."
(lrn/lrn)
