Seperti diberitakan oleh AFP, Sabtu (14/1/2012), seorang pejabat polisi setempat menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Ledakan itu menewaskan 53 orang dan 137 orang lainnya cidera.
Kepala Departemen Kesehatan Provinsi Basra, Riyadh Abdulamir, wanita dan anak-anak iku menjadi korban dalam ledakan itu.
Jumlah korban yang tewas termasuk tertinggi setelah serangan terhadap kelompok Syiah di Baghdad dan Irak selatan yang menewaskan 70 orang pada 5 Desember 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat seorang tentara memegang penyerang dan membawanya ke seorang petugas yang bertanggung jawab di tempat itu," kata seorang saksi mata, Kadhim Nasser.
"Tiba-tiba dia meledakkan dirinya saat perempuan dan anak-anak lewat. Saya melihat puluhan perempuan dan anak yang menjadi korban," tambah pria yang berusia 42 tahun itu.
Para peziarah ini tidak bisa masuk ke kota Karbala untuk memperingati Hari Arbaeen, sehingga mereka mengambil jalan pintas ke Khutwa Imam Ali, yang terletak sekitar 12 kilometer dari Kota Basra. Arbaeen adalah peringatan 40 hari setelah pembunuhan Imam Hussein, salah satu tokoh Islam Syiah yang paling dihormati.
(fiq/anw)











































