Myanmar membebaskan sejumlah lawan politik terkemuka di Myanmar. langkah ini mendapatkan pujian dari pihak Barat yang telah lama menuntut pembebasan tahanan politik dengan mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap Myanmar.
Seperti diberitakan AFP, Sabtu (14/1/2012), amnesti adalah langkah awal menuju demokrasi yang selama empat dekade dipimpin oleh pemerintahan militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak mengambil tindakan terhadap siapa pun karena politik atau keyakinan," kata Ko Ko
"Pembebasan ini tidak karena permintaan dari seseorang atau organisasi mana pun. Kami membebaskan mereka karena sesuai kebaikan dari pemerintah," tambahnya.
Tidak jelas berapa banyak jumlah tahanan politik yang masih berada di balik jeruji besi. Ada juga tahanan yang tidak dapat dilepaskan karena alasan keamanan.
Tahanan yang dibebaskan termasuk pimpinan pro-demokrasi yang berada di garis depan pemberontakan pada tahun 1988, di mana ribuan orang meninggal dan juga beberapa anggota "Revolusi Safron" tahun 2007.
(fiq/anw)











































