Narapidana asal China bernama Li Guolin (40), yang divonis 23 tahun penjara atas kasus pembunuhan ini, berhasil ditangkap pada Jumat (13/1) kemarin. Lokasi penangkapan Li hanya sejauh 2 kilometer dari penjara Hiroshima, tempat ia ditahan, yakni di jalan dekat sebuah sekolah dasar.
Keberadaan Li berhasil diungkap oleh seorang petugas Kepolisian yang tengah berpatroli di wilayah tersebut. Li yang saat ditangkap mengenakan pakaian lengkap tersebut, sama sekali tidak melakukan perlawanan terhadap petugas. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Sabtu (14/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 2 hari masa pelariannya, Li diduga menyatroni rumah warga untuk mencuri baju, mengambil makanan dan bir.
Kaburnya Li ini sempat menjadi pemberitaan utama di media-media Jepang. Bahkan menimbulkan ketakutan warga sekitar Hiroshima. Petugas polisi pun ditempatkan di sejumlah lokasi, termasuk sekolah, untuk menjaga keamanan.
Perburuan untuk mencari Li melibatkan 500 anggota Kepolisian. Sekretaris Kabinet, Osamu Fujimura, bahkan menyampaikan permohonan maaf atas nama pemerintah atas lengahnya pengawasan terhadap napi tersebut.
"Kami memohon maaf karena telah mengganggu kenyamanan warga sekitar. Kami akan meninjau ulang insiden ini secara mendalam agar kejadian serupa tak kembali terulang," tuturnya.
(nvc/did)











































