Obama Puji Tindakan Myanmar Bebaskan Tahanan Politik

Obama Puji Tindakan Myanmar Bebaskan Tahanan Politik

- detikNews
Sabtu, 14 Jan 2012 03:57 WIB
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memuji keputusan pemerintah Myanmar membebaskan ratusan tahanan politiknya. Obama menyebut tindakan ini sebagai 'langkah penting' bagi Myanmar menuju reformasi demokrasi.

"Keputusan Presiden Thein Sein untuk membebaskan ratusan tahanan tersebut merupakan langkah maju ke depan yang penting bagi reformasi demokrasi," ujar Obama dalam pernyataan tertulisnya seperti dilansir oleh AFP, Jumat (13/1/2012).

"Hari ini, saya menyatakan salut terhadap keputusan Presiden Thein Sein yang membebaskan ratusan tahanan politik, dimana langkah ini merupakan langkah penting dalam tranformasi demokrasi Burma dan proses rekonsiliasi nasional yang tengah berlangsung," tegasnya.

Pada Jumat (13/1), pemerintah Myanmar membebaskan total sekitar 650 narapidana yang ditahan akibat persoalan politik. Hal ini disambut baik oleh sejumlah pihak, bahkan AS sendiri menyatakan, semakin yakin untuk memperketat hubungannya dengan Myanmar.

"Hari ini cahaya semakin tersingkap, karena para tahanan bisa kembali berkumpul dengan keluarga mereka masing-masing dan rakyat bisa melihat jalur menuju demokrasi ke depan," ucap Obama.

"Masih banyak yang harus dilakukan dalam rangka memenuhi aspirasi rakyat Burma, namun AS berkomitmen untuk melanjutkan hubungan erat dengan pemerintahan di Naypyidaw," imbuhnya.

Obama menyatakan, dirinya telah mengarahkan Menteri Luar Negeri AS, Hilary Clinton, dan pemerintahan lainnya untuk mengambil langkah-langkah penting demi membangun kepercayaan dengan pemerintah dan rakyat Burma. Selain itu, Obama berharap agar tindakan ini bisa dilanjutkan hingga seluruh tahanan politik di Myanmar dibebaskan.

"Saya mendorong pemerintah untuk memastikan bahwa semua bekas tahanan politik diizinkan untuk ikut serta secara bebas dan penuh dalam proses-proses politik, secara khusus dalam pemilu mendatang, dan juga untuk membebaskan semua tahanan yang tersisa," harap Obama.


(nvc/did)


Berita Terkait