Seperti diberitakan AFP, Jumat (13/1/2012), masyarakat Taiwan diperkirakan akan memilih Ma Ying-jeou, presiden incumben. Ma Ying selama empat tahun masa jabatannya menjalin hubungan yang baik dengan China. Sedangkan calon presiden kedua adalah Tsai Ing-wen, seorang yang skeptis pada hubungan dekat dengan pihak daratan (China).
Pilpres ini mendapat perhatian penuh Beijing dan Washington. "Keduanya, Amerika Serikat dan China duduk dengan cemas menunggu hasil pemilu di Taiwan," ujar duta besar AS di Taiwan, Douglas Paal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pemilihan presiden di Amerika Serikat dan berlangsungnya transisi kekuasaan di Cina, baik Washington dan Beijing akan tetap memantau jajak pendapat di Taiwan.
Faktor lain dalam pemilu tahun ini adalah pencalonan James Soong, seorang mantan petinju kelas berat KMT, yang juga memiliki kesempatan menang, yang minimal bisa mengambil suara penting Ma Ying.
"Kesempatan untuk mengubah masa depan ada di tangan kita. Besok Kita harus menggunakan suara kita untuk memimpin demokrasi Taiwan ke tahap baru," kata Tsai yang berusaha menjadi presiden wanita pertama Taiwan.
(fiq/did)











































