Dikatakan Elaraby, beberapa anggota pengawas Liga Arab telah dan akan meninggalkan Suriah karena misi mereka gagal untuk menghentikan kekerasan rezim Assad terhadap para demonstran antipemerintah.
"Ya saya mengkhawatirkan perang sipil dan peristiwa-peristiwa yang kita lihat dan dengar saat ini bisa memicu perang sipil," ujar Elaraby seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (13/1/2012).
Liga Arab mengerahkan tim pengawasnya ke Suriah pada 26 Desember 2011 lalu untuk memeriksa apakah pemerintah Suriah melaksanakan rencana perdamaian Liga Arab, yang salah satu isinya menyerukan rezim Assad untuk menghentikan kekerasan terhadap para demonstran damai.
"Setiap masalah di Suriah akan mendatangkan konsekuensi untuk negara-negara tetangga," kata Elaraby dalam wawancara dengan saluran televisi Mesir, Al-Hayat.
Menurut Elaraby, laporan dari tim pengawas Liga Arab di Suriah mengenai kondisi di negeri itu memang mengkhawatirkan. Namun tidak diragukan lagi bahwa jumlah aksi pembunuhan menurun dengan keberadaan para pengawas Liga Arab di Suriah.
Meski terus didesak warganya untuk mengundurkan diri, namun sejauh ini Assad bersikeras untuk tidak mundur. Aksi demo anti-Assad tersebut telah berlangsung sejak Maret lalu dan telah menelan ribuan korban jiwa.
(ita/nrl)











































