"Pembunuhan dilakukan dengan perencanaan dan dukungan dari badan intelijen CIA dan Mossad," ujar Khamenei seperti diberitakan AFP, Jumat (13/1/2012).
Dalam pesan belasungkawanya yang diposting ke internet, Khamenei juga mengatakan bahwa program nuklir Iran tidak bergantung hanya pada satu orang. "Kami akan terus melanjutkannya dengan penuh tekad dan energi," tegas Khamenei.
Tuduhan Khamenei terhadap AS dan Israel terjadi di tengah tuntutan kelompok konservatif Iran untuk melakukan pembalasan terhadap pejabat politik dan militer Israel.
Sementara itu, salah seorang anggota parlemen Iran, Ali Larijani mengatakan pihaknya siap melakukan negosiasi dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB ditambah negara Jerman. "Negosiasi dapat berhasil jika mereka serius dan bukan sebuah permainan," tutur Khamenei.
"Sepanjang Israel, yang dianggap sebagai kanker di wilayah tersebut terus ada, masalah tidak akan pernah berakhir," ujarnya.
Ilmuwan nuklir Iran, Roshan tewas ketika bom yang dipasangkan ke mobilnya meledak di luar sebuah universitas di Teheran. Pria tersebut merupakan wakil direktur di fasilitas pengayaan uranium di Natanz, Iran. Menurut saksi mata, bom tersebut dipasang oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sebuah motor.
Dalam insiden itu, Roshan tewas seketika di tempat kejadian. Sopir dan seorang pengawalnya yang semula dirawat di rumah sakit akhirnya meninggal akibat luka-lukanya.
Sebelumnya, tiga ilmuwan Iran lainnya juga tewas pada 2010 dan 2011 ketika mobil-mobil mereka meledak dalam insiden serupa. Dua dari tiga ilmuwan tersebut merupakan ilmuwan nuklir. Pejabat-pejabat Iran menyebut serangan itu dilakukan oleh badan intelijen Israel, Mossad yang kemungkinan dibantu oleh intelijen AS.
(fiq/ita)











































