Menurut reporter AFP yang juga ada di lokasi kejadian, sekelompok jurnalis saat itu tengah meliput aksi unjuk rasa anti rezim Presiden Bashar al-Assad yang terjadi di Kota Homs, yang merupakan basis kelompok oposisi pemerintah. Tiba-tiba terjadi ledakan di kerumunan para insan pers yang tengah meliput.
Menurut kantor berita AFP, Kamis (12/1/2012), Gilles Jacquier yang merupakan kamerawan televisi ternama di Prancis, France 2, tewas akibat terkena lemparan granat. Namun tidak diketahui siapa yang melempar granat tersebut. Namun warga Homs dan para aktivis menyalahkan militer Suriah di balik serangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Organisasi Pengawas HAM Suriah menyebut, serangan granat itu juga menewaskan 6 warga Suriah lainnya. Sedangkan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk seorang wartawan asal Belgia yang terluka di bagian mata. Seorang fotografer asal Belanda juga terluka dalam insiden itu. Diketahui pula bahwa kedatangan para wartawan di Kota Homs tersebut diatur oleh otoritas Suriah sendiri.
Kematian Jacquier dikonfirmasikan oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja, yakni stasiun televisi France 2. Sedangkan Kementerian Informasi Suriah mengaku belum mendapat informasi dan hanya menyebutkan adanya insiden yang melibatkan wartawan asing.
Direktur Eksekutif France 2, Thierry Thuillier, menyebut Jacquier sebagai salah satu jurnalis terbaik di France 2. "Pria yang luar biasa," ujarnya. Thuillier juga menegaskan, otoritas Suriah telah memberi izin kepada Jacquier untuk melakukan peliputan di Homs. Jacquier juga memiliki visa resmi untuk bertugas di Suriah. "Mereka tidak bekerja di bawah penyamaran," tegasnya.
(nvc/ita)











































