Iran menyebut pembunuhan ilmuwannya itu sebagai hal yang sangat kejam, tidak manusiawi dan bagian dari aksi terorisme.
Seperti diberitakan Reuters, Kamis (12/1/2011), Duta Besar (Dubes) Iran untuk PBB, Mohammad Khazaee meminta Ban dan 15 negara anggota DK PBB untuk mengutuk tindakan teroris yang dialami ilmuwannya. Dia juga mendesak PBB mengambil langkah efektif terhadap penghapusan terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam suratnya itu, Khazaee menyebutkan adanya kemiripan dengan insiden-insiden sebelumnya yang telah menewaskan tiga ilmuwan Iran, termasuk dua di antaranya ilmuwan nuklir.
"Berdasarkan bukti yang dikumpulkan oleh otoritas keamanan Iran, insiden ini mirip dengan sebelumnya. Pelaku menggunakan metode teroris yang sama dalam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran," kata Khazaee.
Dia mengatakan pembunuh menggunakan bom magnetik di mobil para ilmuwan dan meledak. "Selain itu, ada bukti bahwa pihak asing berada di belakang pembunuhan tersebut," kata Khazaee.
Namun surat Khazaee tidak secara eksplisit menyebut Amerika Serikat (AS) atau Israel.
Juru bicara PBB, Martin Nesirky membenarkan adanya surat tersebut namun tidak memberikan komentar.
PBB sebelumnya tidak menindak lanjuti laporan Iran terkait kasus pembunuhan serupa.
(fiq/ita)











































