Vartanian memulai karirnya sebagai agen rahasia ketika usianya baru 16 tahun. Ayahnya juga aktif di dinas intelijen Sovyet dan ditempatkan di Teheran.Vartanian muda ikut memainkan peran dalam penggagalan serangan Nazi terhadap para pemimpin sekutu di Teheran (1943).
Saat itu Adolf Hitler memberi tugas operasi kepada agen-agen rahasia Nazi, setelah dia tahu bahwa Josef Stalin, presiden Franklin D. Roosevelt dan PM Winston Churchill akan melakukan pertemuan puncak di Teheran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vartanian juga menginfiltrasi sebuah sekolah milik dinas intelijen Inggris di Teheran. Di sini dia berhasil mengumpulkan informasi mengenai para siswa, yang kelak dalam era Perang Dingin dapat diberangus oleh otoritas Uni Sovyet.
Atas jasa-jasanya itu Vartanian dianugerahi penghargaan bintang tertinggi Uni Sovyet. Setelah pensiun pada 1992, Vartanian tetap aktif dalam dinas intelijen Rusia. Dia antara lain membantu melatih para kadet spion muda.
(es/es)











































