Kematian Ilmuwan Nuklir Tak Akan Hentikan Kemajuan Program Atom Iran

Kematian Ilmuwan Nuklir Tak Akan Hentikan Kemajuan Program Atom Iran

- detikNews
Rabu, 11 Jan 2012 17:42 WIB
Teheran - Seorang ilmuwan nuklir Iran tewas dalam ledakan bom mobil di Teheran, Iran hari ini. Pembunuhan ilmuwan tersebut tidak akan menghentikan kemajuan dalam program nuklir Iran.

Demikian ditegaskan Wakil Presiden (Wapres) Iran Mohammad Reza Rahimi kepada stasiun televisi pemerintah Iran seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/1/2012).

"Hari ini (Rabu) mereka yang mengklaim memerangi terorisme telah menargetkan para ilmuwan Iran. Mereka harus tahu bahwa ilmuwan-ilmuwan Iran lebih bertekad dari sebelumnya dalam melangkah menuju kemajuan Iran," kata Rahimi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wapres Iran itu menyebut pembunuhan Mostafa Ahmadi Roshan, wakil direktur di fasilitas pengayaan uranium di Natanz tersebut sebagai "bukti terorisme yang disponsori pemerintah asing."

Sebelumnya, pejabat Iran lainnya, Safar Ali Bratloo menuding Israel bertanggung jawab atas serangan bom itu. Menurut wakil gubernur Teheran itu, insiden tersebut mirip dengan serangan-serangan yang menewaskan tiga ilmuwan Iran lainnya dalam dua tahun terakhir.

Ahmadi Roshan tewas ketika dua pria tak dikenal yang mengendarai motor menempelkan bom magnetik ke mobil yang tengah dinaiki ilmuwan itu. Dua orang lainnya yang berada di mobil pria berumur 32 tahun tersebut, yakni sopir dan pengawalnya, terluka dalam insiden itu.
(ita/vta)


Berita Terkait