Pria Saudi itu diketahui bernama Saud bin Nasser Al Shahry. Al Shahry rela menjual anaknya karena hal itu merupakan satu-satunya jalan untuk bisa membiayai kehidupannya dengan istri dan anak perempuannya.
AL Shahry rela menjual putranya setelah pengadilan setempat memutuskan untuk menutup usaha ilegalnya. Karena terancam jatuh miskin setelah penutupan bisnisnya itu, pria itu pun memutuskan untuk menjual darah dagingnya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa yang mau memberikan US$ 20 juta untuk anak saya?" tanya AL Sahry saat mencoba menjual anaknya di situs pertemanan Facebook.
Belum diketahui apakah tindakan Al Shahry hanya untuk kepentingan publisitas atau benar-benar akan dilakukannya.
Menurut kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) di Saudi, hampir setengah dari jumlah keseluruhan anak-anak di kerajaan kaya minyak itu mengalami kekerasan domestik atau beberapa jenis pelecehan.
Perdagangan manusia termasuk pelanggaran di Arab Saudi, namun menurut Departemen Luar Negeri AS, aturan itu tidak sesuai dengan standar minimal internasional. Syarat dan aturan dari Facebook juga tidak mengizinkan siapa pun untuk mengirim konten yang melanggar HAM.
(fiq/ita)











































