Tersangka Pembunuhan Bunuh Diri Saat Dibawa ke Kantor Polisi

Tersangka Pembunuhan Bunuh Diri Saat Dibawa ke Kantor Polisi

- detikNews
Selasa, 10 Jan 2012 19:31 WIB
Tersangka Pembunuhan Bunuh Diri Saat Dibawa ke Kantor Polisi
Tokyo - Seorang tersangka kasus pembunuhan di Jepang bunuh diri saat dibawa ke kantor polisi. Pria asal Taiwan tersebut menggorok lehernya sendiri dengan pisau saat hendak dimintai keterangan oleh polisi.

Pria bernama Chang Chih-yang (30) tersebut menjadi tersangka atas pembunuhan dua mahasiswi di Tokyo. Jasad kedua mahasiswa tersebut, Lin Chih-ying (22) dan Chu Li-chieh (24), ditemukan penuh luka tusukan oleh polisi.

Setelah sempat buron, Chang akhirnya berhasil ditangkap di Nagoya dan dibawa ke kantor polisi terdekat. Namun sesaat setelah tiba di kantor polisi, Chang tiba-tiba mengeluarkan pisau sepanjang 21 cm dan menggorok lehernya sendiri. Polisi lantas melarikannya ke rumah sakit, tapi sayangnya nyawa Chan tak bisa diselamatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sangat disesalkan bahwa sang tersangka membunuh dirinya sendiri," demikian pernyataan Kepolisian Tokyo seperti dilansir oleh AFP, Selasa (10/1/2012).

Media lokal melaporkan motif Chang, yang ternyata satu kampus dengan kedua korban ini, yakni karena cintanya ditolak oleh salah satu korban yang bernama Lin.

Perwakilan pemerintah Taiwan di Jepang telah meminta penjelasan langsung terhadap Kepolisian Metropolitan Tokyo soal insiden tewasnya tersangka ini. Taiwan yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Jepang, berkomunikasi melalui sebuah badan bernama Interchange Association.

Insiden ini merupakan salah satu dari sekian banyak kesalahan yang dilakukan oleh polisi Jepang. Pada perayaan tahun baru lalu, seorang perwira polisi dari Kepolisian Metropolitan Tokyo 'melewatkan' begitu saja seorang tersangka bernama Makoto Hirata, yang sudah buron selama 17 tahun terkait kasus serangan gas di stasiun bawah tanah, Tokyo Metro, pada tahun 1995 silam.

Makoto Hirata, yang merupakan mantan anggota kultus Aum Supreme Truth ini, berencan menyerahkan diri ke polisi. Namun, si perwira polisi tersebut tidak mempercayainya karena dinilai palsu dan medesaknya untuk pergi ke kantor polisi yang lain.

(nvc/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini