Beijing Dilanda Kabut Tebal, 150 Penerbangan Dibatalkan

Beijing Dilanda Kabut Tebal, 150 Penerbangan Dibatalkan

- detikNews
Selasa, 10 Jan 2012 14:50 WIB
Beijing Dilanda Kabut Tebal, 150 Penerbangan Dibatalkan
Beijing - Lebih dari 150 penerbangan dari dan ke Beijing dibatalkan atau ditunda menyusul kabut tebal yang menyelimuti ibukota China tersebut. Diduga kabut tebal ini disebabkan oleh polusi yang terlalu parah.

Badan Meteorologi Nasional China menyebutkan, kabut tebal yang melanda Beijing membuat jarak pandang hanya sejauh 200 meter saja. Namun mereka menyatakan, kualitas udara di ibukota China tersebut berkualitas 'baik'.

Demikian seperti dilansir oleh kantor berita AFP, Selasa (10/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Versi lain disampaikan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Beijing, yang mengaku memiliki sistem pengukuran kadar polusi. Menurut mereka, kadar polusi udara di Beijing telah 'melampaui indeks' pada pagi hari. Sistem AS mencatat, pengukuran kualitas partikel udara hanya mencapai 2,5 mikrometer atau kurang, biasa juga disebut dengan PM2,5, yang disebut 'cukup berbahaya' bagi kesehatan manusia.

Sedangkan Biro Lingkungan Beijing mencatat, pengukuran kualitas udara mencapai 10 mikrometer atau lebih, biasa disebut PM10. Menurut mereka, kualitas udara pada level ini 'bagus'.

Menurut situs Bandara Internasional Beijing, tercatat ada 155 penerbangan yang ditunda atau dibatalkan pada sepanjang Selasa (10/1) ini. Pesawat milik maskapai Air France dan Lufthansa yang datang dari Paris, Prancis dan Tokyo, Jepang juga harus ditunda.

Perbedaan data dan pengukuran antara Kedubes AS dengan otoritas Beijing soal kadar polusi ini menimbulkan kemarahan publik. Banyak warga Beijing yang khawatir dengan kesehatan mereka.

Organisasi internasional termasuk PBB, mencatat Beijing sebagai salah satu kota dengan polusi terparah di dunia. Catatan ini merujuk pada konsumi energi yang berlebihan oleh masyarakat China. Namun otoritas China bersikeras bahwa level PM2,5 merupakan level standar di China.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads