Para demonstran yang merupakan anggota kelompok Witness Against Torture tersebut telah memulai aksi sejak Minggu, 8 Januari waktu setempat. Dalam aksinya, para demonstran bergantian masuk ke sebuah kurungan yang melambangkan simbol perlawanan atas penahanan untuk waktu yang tidak ditentukan dan tanpa persidangan.
Beberapa kelompok HAM lainnya termasuk Amnesty International telah menyerukan adanya unjuk rasa besar-besaran pada Rabu, 11 Januari mendatang yang bertepatan dengan peringatan 10 tahun dibukanya penjara Guantanamo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah AS terus menahan umat manusia tanpa proses yang benar dan pada intinya telah mengabaikan Konstitusi," kata Helen Schietinger, juru bicara kelompok tersebut seperti dilansir AFP, Selasa (10/1/2012).
"Pemerintah kita tidak memperlakukan orang-orang sesuai prinsip-prinsip yang menjadi dasar negara ini," imbuhnya.
Sesaat setelah dirinya dilantik pada Januari 2009 lalu, Presiden AS Barack Obama berjanji akan menutup kamp Guantanamo dalam waktu setahun. Namun hingga kini janji itu belum dipenuhi.
(ita/vit)











































