Seperti yang dikutip dari AFP, Selasa (10/1/2011) massa turun ke jalan untuk menentang kenaikan harga BBM dan mengancam akan melakukan mogok massal jika aspirasi mereka tidak didengarkan. Munculnya gerakan serikat pekerja yang mengancam akan melakukan mogok massal ini sangat ditunggu masyarakat Afrika yang populasi penduduknya padat namun menjadi penghasil minyak terbesar.
Aksi unjuk rasa ini berujung pada suasana yang cukup tegang di kawasan Kino, yang merupakan kota terbesar di bagian utara Nigeria. Ribuan massa berkumpul di depan kantor gubernur dan terlibat aksi saling mendorong. Gas air mata pun sempat dilepaskan ke arah pengunjuk rasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor sekretaris pemerintah negara bagian juga tidak luput dari amukan massa yang menyebabkan kerusakan serius.
Selain 3 orang dikabarkan tewas, Palang Merah setempat mencatat 30 demonstran mengalami luka-luka termasuk yang menjadi korban luka tembak. Bahkan dikabarkan pula, 2 orang dari 18 yang tertembak juga meninggal dunia.
Melihat kondisi yang belum kondusif, pemerintah setempat akhirnya memberlakukan jam malam. Belum bisa dipastikan pula cara apa yang dilakukan pemerintah Nigeria untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa yang sampai saat ini masih berada di pusat kota.
(lia/rdf)











































