Pria itu diketahui bernama Amir Mirzai Hekmati (28). Seperti diberitakan AFP, Senin (9/1/2012), dalam putusan pengadilan itu, Hekmati didakwa bersalah karena bekerja sama dengan musuh. Dia terbukti menjadi anggota CIA dan mencoba melibatkan Iran dalam aktivitas terorisme.
Di muka sidang, Hekmati mengaku dirinya dekat dengan CIA. "Saya tertipu oleh CIA. Meskipun saya diminta untuk masuk ke sistem intelijen Iran dan menjadi sumber baru bagi CIA, saya tidak bermaksud untuk merusak negara ini," katanya.
Iran menyebut Hekmati menerima pelatihan di pangkalan AS di Afghanistan dan Irak sebelum dikirim ke Iran. Ayah Hekmati, Ali Hekmati, menerangkan putranya bergabung dengan militer AS pada tahun 2001 di mana dia bekerja sebagai seorang penerjemah bahasa Arab.
Sebelumnya, otoritas Iran mengakui pihaknya menangkap mata-mata yang disebut-sebut bekerja bagi Amerika Serikat (AS). Mata-mata ini ditugaskan untuk mengganggu proses pemilu parlemen di Iran.
Tidak disebutkan kewarganegaraan sang mata-mata tersebut. Mata-mata itu diduga melakukan kontak dengan sejumlah pihak yang ada di luar negeri melalui internet.
Iran akan menggelar pemilu legislatif pada 2 Maret mendatang. Pemilu ini merupakan yang pertama kalinya digelar pasca kerusuhan pemilu presiden pada 2009 silam.
(fiq/vit)











































