PM PNG Peter O'Neill: Ancaman pada Indonesia Tak Perlu

PM PNG Peter O'Neill: Ancaman pada Indonesia Tak Perlu

- detikNews
Senin, 09 Jan 2012 12:10 WIB
PM PNG Peter ONeill: Ancaman pada Indonesia Tak Perlu
Port Moresby - Ancaman Wakil PM Papua Nugini (PNG) Belden Namah untuk mengusir Dubes Indonesia tidak diamini oleh bosnya, PM Peter O'Neill. Menurut O'Neill, ancaman itu "tidak perlu".

Ancaman Namah terkait dengan insiden 29 November 2011, saat dua Sukhoi TNI nyaris bertabrakan dengan jet Falcon yang membawa Belden Namah dan pejabat pemerintahan PNG lainnya. Namah menyebut aksi militer Indonesia sebagai agresi dan intimidasi.

Namah mengancam mengusir Dubes Indonesia atas insiden itu dan memanggil pulang Dubes PNG dari Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PM O'Neill menuturkan, Kedubes Indonesia di Port Moresby tidak akan ditutup. Demikian diberitakan Australia Network News, Senin (9/1/2012).

Indonesia sendiri telah memberikan penjelasan dengan memanggil Dubes PNG Peter Ilau di Jakarta. Indonesia menjelaskan, intersepsi disebabkan karena adanya permasalahan teknis dalam flight clearance pesawat yang ditumpangi Belden Namah dkk pada 29 November 2011.

Saat ini perpecahan terjadi di PNG dengan munculnya dua PM. Peter O'Neill adalah PM PNG yang didukung parlemen. Oleh Mahkamah Agung (MA) kekuasaannya dianggap tidak sah. MA menunjuk PM sebelumnya, Sir Michael Somere, menduduki jabatan itu. Kubu Sir Michael telah mengecam statemen Belden Namah dan menyebut semua pejabat perwakilan asing akan mendapat perlindungan.


(nrl/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads