Keputusan persona non grata terhadap Noguera tersebut diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri AS, Minggu (8/1/2012) kemarin waktu setempat. Selambatnya Noguera sudah harus meninggalkan AS pada Selasa besok.
Jurubicara Kemlu AS Mark Toner mengatakan bahwa pemerintah Venezuela sebelumnya telah diberitahu atas keputusan itu pada Jumat, dan memberi dia waktu 72 jam untuk meninggalkan AS di bawah prosedur diplomatik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toner tidak bersedia membicarakan apa alasan pengusiran, namun mengatakan bahwa keputusan itu dilakukan sesuai dengan Konvensi Wina Pasal 23 mengenai Hubungan Konsuler. Pasal tersebut tidak meminta negara yang melakukan pengusiran untuk menjelaskan keputusannya.
Langkah itu menyusul investigasi FBI atas dugaan yang terkandung dalam sebuah film dokumenter "Ancaman Iran", yang ditayangkan oleh Univision, stasiun berbahasa Spanyol, bulan lalu.
Menurut film dokumenter itu, sebagaimana diwartakan Huffington Post (8/1/2012), Noguera membahas suatu kemungkinan serangan maya terhadap pemerintah AS saat dia sebelumnya ditugaskan sebagai diplomat di Kedutaan Besar Venezuela di Meksiko.
Film dokumenter tersebut didasarkan pada rekaman percakapan dengan dia dan pejabat lainnya, dan juga menyatakan bahwa misi diplomatik Kuba dan Iran terlibat.
Mengutip audio dan video yang diperoleh para mahasiswa di National Autonomous University, Meksiko, stasiun Univision kata Noguera sedang mencari informasi tentang server dari pembangkit listrik tenaga nuklir di AS.
Setelah film dokumenter itu disiarkan, Kementerian Luar Negeri AS mengatakan tudingan itu "sangat mengganggu" dan para pejabat mengatakan FBI telah membuka penyelidikan atas masalah tersebut.
(es/es)











































