Ketegangan antara Iran dan Barat meningkat dengan dikeluarkannya ancaman Iran akan menutup Selat Hormuz terkait sanksi terhadap industri minyak Iran. AS pun mengancam akan mengirimkan kapal induknya ke selat strategis tersebut.
Ditegaskan Ban, kedua pihak harus berupaya sebaik mungkin untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut dan mencoba menyelesaikan semua permasalahan melalui dialog.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Ban, dirinya tetap khawatir akan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada Desember lalu yang menekankan kemungkinan upaya Iran mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklirnya.
"Merupakan tanggung jawab otoritas Iran untuk membuktikan bahwa program nuklir mereka adalah murni untuk tujuan damai. Namun komunitas internasional tampaknya tidak yakin," tutur Ban.
"Saya mendesak pemerintah Iran untuk mencoba membuktikan sifat program nuklir mereka," tandasnya.
AS dan negara-negara Eropa telah lama mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.
(ita/ita)










































