Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond dalam konferensi "NATO and the Case for Collective Defense in the 21st Century" di Atlantic Council, Washington, AS.
"Kami tidak akan mendukung serangan pendahuluan terhadap Iran," tegas Hammond seperti dilansir harian Press TV, Sabtu (7/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adalah kepentingan kita semua agar urat nadi perdagangan global tetap bebas, terbuka dan berjalan," tuturnya.
Menurut Hammond, pemerintah Inggris akan mengikuti strategi tekanan dan keterlibatan dengan Iran, yang mirip dengan pendekatan yang dilakukan pemerintahan Presiden AS Barack Obama di masa-masa awal jabatannya.
Dikatakan Hammond, meski situasi kini bertambah panas dan program nuklir Iran tak bisa diterima, namun opsi militer terhadap Iran hanya bersifat teoritis belaka.
"Jelas sekali bahwa kepentingan kita semua adalah menghindari perang di Iran," imbuh Hammond.
Beberapa waktu lalu, pejabat-pejabat Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz jika negara-negara Barat benar-benar menerapkan sanksi terhadap industri minyak Iran. Selat tersebut merupakan salah satu rute penting di Teluk Persia karena sekitar sepertiga minyak dunia dikirimkan lewat selat tersebut.
(ita/ita)











































