Para pemberontak tersebut mendatangi sebuah asrama Kepolisian yang ada di Provinsi Narathiwat, Thailand bagian selatan, pada pagi-pagi buta. Saat itu, hampir seluruh penghuni asrama masih tidur dan para pemberontak berusaha mencuri 5 senjata api beserta pelurunya. Tiga orang polisi lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan ini.
"Mereka merencanakan serangan ini dengan baik, saya rasa serangan ini merupakan balasan dari penggerebekan kami terhadap dua gudang penyimpangan senjata mereka pada Desember lalu," ujar Kepala Kepolisian setempat, Kolonel Satanpah Wamasingha, seperti dilansir AFP, Jumat (6/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Kamis (5/1), seorang warga desa tewas tertembak saat dalam perjalanan pulang ke rumah dari perkebunan karet.
Menurut catatan terakhir Deep South Watch, LSM yang selalu memantau konflik di selatan Thailand, terdapat hampir 5 ribu orang yang tewas akibat serangkaian aksi penembakan. Kebanyakan korban tewas merupakan umat Buddha dan Muslim. Selain itu, sebanyak 8.300 orang lainnya luka-luka.
Warga Thailand telah sejak lama mengeluhkan diskriminasi terhadap warga etnis Melayu Muslim oleh otoritas setempat, yang mayoritas menganut Buddha. Termasuk juga adanya kekerasan dari para pasukan bersenjata Thailand terhadap mereka.
(nvc/nrl)










































