Moek Dara, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Otoritas Penanggulangan Narkoba Nasional, dan seorang bawahannya, Chea Leng, dinyatakan bersalah terlibat dalam 32 kasus perdagangan narkoba. Demikian seperti disampaikan oleh jaksa yang menangani perkara tersebut, Phann Vanarath kepada kantor berita AFP, Kamis (5/1/2012).
Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Provinsi Banteay Meanchey, keduanya juga dinyatakan bersalah karena menerima suap dari para pedagang narkoba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Vonis ini menjadi pesan penting bagi orang-orang yang korup," tegas Vanarath.
Selain dijatuhi hukuman penjara, baik Moek Dara maupun Chea Leng juga diwajibkan membayar denda sebesar US$ 220 ribu atau sekitar Rp 2 miliar. Properti ketiga terdakwa juga dinyatakan akan disita untuk negara.
Sejak beberapa bulan terakhir, Kamboja meningkatkan perang terhadap perdagangan narkoba. Banyak penangkapan terkait kasus narkoba yang dilakukan otoritas setempat, termasuk di antaranya penangkapan sejumlah pejabat senior pemerintahan. Contohnya, seperti dua jenderal Kamboja yang berhasil ditangkap pada akhir tahun lalu terkait kasus perdagangan narkoba jenis sabu.
Seperti diketahui, Kamboja kini cukup dikenal sebagai jalur perdagangan narkoba yang ramai, terutama narkoba jenis sabu dan heroin. Diduga hal ini terjadi sejak Thailand semakin menggencarkan operasi pemberantasan perdagangan narkoba pada tahun 2002 silam.
(nvc/ita)











































