Mata-mata bernama Kim (47) tersebut tiba di Korsel pada Juni 2011 lalu, bersama dengan 14 pengungsi lainnya. Namun, pada November lalu, identitas asli Kim akhirnya ketahuan saat ia diinterogasi oleh aparat setempat dan ia pun ditahan.
Demikian seperti diberitakan oleh kantor berita Yonhap dan dilansir AFP, Kamis (5/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kim juga diketahui sempat terjerat kasus pidana penyelundupan narkoba dan perdagangan manusia dan divonis 99 bulan penjara atas pidana tersebut. Kasus tersebut menjeratnya saat dia tengah menjalankan misinya sebagai mata-mata Korut. Tapi sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut di mana dan kapan hal tersebut terjadi.
Yang jelas, saat tengah menjalani masa hukumannya, Kim kembali direkrut menjadi mata-mata dan diberi tugas ke Korsel. Namun, kali ini Kim tidak diberikan tugas khusus di Korsel, sebab otoritas Korut hanya ingin melihat apakah identitas asli Kim akan terbongkar.
Mata-mata Korut memang seringkali memasuki wilayah Korsel dengan menyamar sebagai pengungsi. Di Korsel, semua pendatang baru pasti akan menjalani pemeriksaan.
Menurut laporan Badan Intelijen Nasional Korsel, bulan lalu, seorang mata-mata Korut gantung diri setelah identitas aslinya terbongkar dalam interogasi dengan aparat setempat. Sedangkan pada Oktober lalu, Kepala Intelijen Korsel memberitahu parlemen bahwa pihaknya berhasil menahan sejumlah mata-mata Korut yang berusaha membunuh aktivis anti-Pyongyang. Kemudian, masih dalam bulan yang sama, seorang mata-mata Korut diadili atas percobaan pembunuhan terhadap seorang aktivis kritis di Seoul.
(nvc/nrl)










































