Dalam sebuah pernyataan resminya di situs "Voice of Jihad', kelompok ini mengatakan mereka telah mengadakan pembicaraan awal dengan pihak-pihak terkait. Taliban juga telah menggelar pembicaraan dengan Qatar untuk membuka kantor di luar Afghanistan.
Seperti diberitakan AFP, Rabu (4/1/2011), ini adalah kali pertama Taliban secara terbuka ingin mengadakan negosiasi perdamaian sejak lebih 10 tahun lalu mengangkat senjata. Bahkan Taliban selama 10 tahun tidak pernah melakukan pembicaraan dengan pihak asing ataupun meninggalkan tanah Afghanistan.
Dalam situs itu juga menyebut salah satu permintaan Taliban kepada AS yaitu melakukan pertukaran tahanan dengan melepaskan anggota mereka yang kini ditahan di Teluk Guantanamo. "Kami sekarang siap. Sementara kita berada sangat kuat di dalam (Afghanistan), kita memiliki kantor politik di luar (Afghanistan) untuk melakukan negosiasi," demikian pernyataan itu.
"Dan sebagai bagian dari ini, kita mencapai kesepakatan awal dengan pihak yang relevan termasuk Qatar," tambahnya.
Saat ini, masih ada sekitar 130.000 pasukan pimpinan AS yang berada di Afghanistan untuk memerangi gerilyawan Taliban. Pasukan koalisi tersebut dijadwalkan akan meninggalkan Taliban pada akhir tahun 2014 dan menyerahkan kendali keamanan pada pasukan pemerintah Afghanistan.
(fiq/vit)











































