Polisi setempat langsung bergerak cepat setelah insiden bom molotov ini terjadi pada Minggu (1/1). Pada Senin (2/1), polisi menyebar gambar wajah pelaku yang sempat terekam dalam kamera keamanan.
Akhirnya, pada Selasa (3/1) waktu setempat, si pelaku ditangkap. Disebut-sebut pelaku merupakan warga setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disampaikannya usai pertemuan dengan perwakilan Muslim, Yahudi dan Kristen di Yayasan Al Imam-Khoei, yang merupakan pusat studi Islam di New York.
Insiden ini sempat menimbulkan ketegangan umat antar agama di New York. Namun, polisi berusaha keras untuk mengusut aksi kriminal ini. Investigasi masih terus dilakukan oleh Kepolisian setempat.
Sebelumnya diberitakan, orang tak dikenal melemparkan bom molotov ke tiga tempat di wilayah Queens, New York, AS. Bom tersebut dibuat dari sebuah botol kaca bekas minuman Starbucks yang diisi cairan mudah terbakar.
Sebuah bom molotov dilemparkan ke gedung Yayasan Al-Khoei di Van Wyck Expressway dan merusak pintu. Bom lainnya juga dilemparkan ke sebuah kios yang juga dikelola orang Muslim di lingkungan yang sama.
Terakhir, 2 bom molotov lainnya dilemparkan ke sebuah rumah yang menjadi kuil pemujaan masyarakat Hindu. Tidak ada korban dari serangan tersebut.
(nvc/nrl)










































